Search for content, post, videos

Apa Itu Apresiasi? Berikut Penjelasannya

Apresiasi dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang menikmati, mengamati, menghayati serta menilai sekaligus memberi masukan berupa kritikan yang objektif tanpa kehilangan rasa simpati terhadap sebuah karya seni. Dalam penilaian, setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda-beda untuk setiap bentuk.

Apresiasi juga memberikan sebuah semangat atas sesuatu hasil dan juga memberikan motivasi bagi pengembangan suatu karya atau suatu hasil tersebut. Karena pemberian apresiasi tersebut akan menjadikan seseorang itu mempunyai motivasi yang tinggi untuk mengembangkan kemampuannya menjadi yang lebih baik lagi. Untuk penjelasan lebih dalam lagi, simak ulasan di bawah ini.

Pengertian Apresiasi

Secara etimologi, pengertian apresiasi berasal dari bahasa lain “Apreciatio” yang memiliki pengertian “menghargai”. Dalam bahasa Inggris, apresiasi diartikan sebagai “appreciate” yang memiliki pengertian “menyadari, memahami, menghargai, dan menilai”.

Apresiasi adalah peningkatan nilai aset dari waktu ke waktu. Peningkatan dapat terjadi karena sejumlah alasan, termasuk meningkatnya permintaan atau melemahnya pasokan, atau sebagai akibat dari perubahan inflasi atau suku bunga. Ini adalah kebalikan dari depresiasi, yang merupakan penurunan seiring waktu.

Definisi apresiasi secara umum adalah suatu proses melihat, mendengar, menghayati, menilai, menjiwai dan membandiangkan atau menghargai suatu karya seni. Dapat dikatakan bahwa apresiasi adalah penilaian baik atau penghargaan terhadap suatu karya sastra ataupun karya seni.

Istilah ini juga digunakan dalam akuntansi ketika mengacu pada penyesuaian ke atas dari nilai aset yang dimiliki pada buku-buku akuntansi perusahaan. Penyesuaian yang paling umum pada nilai aset dalam akuntansi biasanya adalah yang ke bawah, yang dikenal sebagai depresiasi, yang biasanya dilakukan sebagai aset kehilangan nilai ekonomi melalui penggunaan, seperti sepotong mesin yang digunakan selama masa manfaatnya.

Sementara apresiasi aset dalam akuntansi lebih jarang, aset seperti merek dagang dapat melihat revisi nilai ke atas karena pengakuan merek yang meningkat.

Pengertian Apresiasi Menurut Para Ahli

Selain pengertian diatas, adapula definisi apresiasi menurut para ahli. Berikut ini kumpulan pengertian apresiasi menurut para ahli yang akan memudahkan kalian memahami pengertian apresiasi secara menyeluruh. Anda juga dapat membandingkan pengertian yang dikemukakan oleh para ahli dibidangnya diantaranya adalah:

Prayogi

Pengertian apresiasi menurut Prayogi adalah semua aktivitas memberikan penghargaan yang dilakukan sebagai hasil penggunaan, peresapan, dan penilaian seseorang terhadap sebuah karya sastra ataupun karya seni tertentu. Apresiasi juga merupakan bentuk rasa kagum yang keluar dari diri penikmat karya seni ataupun karya sastra tertentu.

Albert R. Candler

Definisi apresiasi merupakan kegiatan mengartikan serta menyadari sepenuhnya seluk beluk karya seni, serta menjadi sensitif mengenai gejala estetis dan artistik, sehingga dapat menikmati dan menilai karya tersebut secara semestinya. Dalam aktivitas mengapresiasi, seorang penghayat melaksanakan aktivitas pencarian pengalaman estetis, sehingga motivasi yang timbul adalah motivasi pengalaman estetis (berupa kepuasan kontemplatif dan intuitif).

Effendi

Menurut Effendi, Apresisasi adalah arah penjelasan apresiasi tersebut menyatakan bahwa pengertian apresiasi adalah aktivitas menggauli cipta sastra dengan sungguh-sungguh sehingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis dan kepekaan perasaan yang baik terhadap karya sastra.

Aminuddin

Menurut Aminuddin bahwa pengertian apresiasi adalah pengenalan melalui perasaan ataupun kekepaan batin dan pengakuan terhadap unsur-unsur keindahan yang diungkapkan oleh pengarangnya.

Verbeek

Pengertian apresiasi menurut Verbeek adalah suatu kesadaran menilai lewat penghayatan suatu karya seni dengan memberdayakan seluruh pribadi yang melibatkan perasaan, pengalaman, keinginan, dan anggapan seseorang.

Elliyati

Berdasarkan pandangan Elliyati, apresiasi merupakan setiap kegiatan mengakrabi karya sastra secara bersungguh-sungguh. Berkaitan dengan hal itu, apresiasi membutuhkan kesungguhan penikmat sastra untuk mengenali, menghargai, dan menghayati, sehingga ia dapat menemukan penjiwaan yang benar-benar dalam.

Mengacu kepada pengertian apresiasi di atas, fungsi apreasiasi secara umum adalah sebagai bentuk ekspresi penghargaan kepada suatu karya, yaitu sebagai berikut:

  1. Sebagai cara untuk memberikan penilaian, edukasi, empati, terhadap sebuah karya seni atau sastra.
  2. Sebagai sarana untuk meningkatkan rasa cinta masyarakat terhadap karya anak bangsa dan bentuk kepedulian terhadap sesama.
  3. Sebagai cara untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan manusia dalam berbagai hal.

Tujuan Dan Manfaat Apresiasi

Jika mengacu dalam cabang ilmu seni, maka terdapat beberapa tujuan apresiasi, terlebih manfaat apresiasi bagi bangsa Indonesia tidak hanya dipandang sebelah mata. Apresiasi juga memberikan sebuah semangat atas sesuatu hasil dan juga memberikan motivasi bagi pengembangan suatu karya atau suatu hasil tersebut. Hal demikian dapat dikembangkan dengan pikiran, tindakan dan pengembangan kepribadian seseorang.

Atas dasar tersebut, Apresiasi seni memiliki tujuan pokok. Tujuan pokok apresiasi ialah agar publik mengetahui maksud dan tujuan dari pembuatan karya seni, sehingga masyarakat dapat menilai, menanggapi dan menikmati suatu karya seni yang telah ada.

Apa tujuan memberikan apresiasi kepada orang lain? Secara umum, tujuan melakukan apresiasi adalah untuk mengedukasi masyarakat agar mengetahui apa, bagaimana, dan alasan dari suatu karya seni diciptakan. Dengan begitu, masyarakat dapat menghayati dan menilai suatu karya dan mengembangkan nilai estetikan dari karya seni tersebut.

Selain itu, tujuan apresiasi adalah sebagai berikut:

  • Untuk mengevaluasi dan mengembangkan nilai estetika karya seni
  • Meningkatkan dan mengembangkan kemampuan berkreasi dan berimajinasi
  • Untuk menyempurnakan keindahan karya seni

Memberikan apresiasi kepada orang lain atas karyanya akan memberikan dampak bagi individu dan masyarakat. Mengapa seseorang melakukan kegiatan apresiasi terhadap karya seni rupa? Tentunya banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh jika anda melakukan apresiasi terhadap suatu karya seni rupa, beberapa di antaranya adalah:

  1. Untuk mengenal suatu bentuk karya seni. Artinya, kita tidak hanya tahu bahwa itu adalah karya seni, tapi kita memahami karya seni tersebut dari segala sisi.
  2. Untuk meningkatkan serta memupuk kecintaan kita terhadap suatu karya seni, baik itu karya seni dari bangsa sendiri maupun dari luar. Serta, juga dapat meningkatkan dan memupuk kecintaan kepada sesama manusia.
  3. Sebagai sarana untuk melakukan penilaian, penikmatan, empati, hiburan, serta edukasi.
  4. Apresiasi juga mampu menimbulkan hubungan timbal-balik yang positif antara penikmat karya seni dan pencipta.
  5. Selain itu, hal ini juga untuk memperoleh suatu pengalaman dan ilmu baru ketika menikmati karya seni rupa dan sebagai suatu bekal untuk menciptakan serta mengembangkan suatu karya seni yang lebih baik dan berkualitas di kemudian hari.

Tingkatan Apresiasi

Dalam penilaian, setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda-beda bentuk. Hal ini timbul karena tingkat penilaian seseorang terhadap seni beragam, latar belakang, tingkat intelektual, serta status sosial yang berbeda-beda. Apresiasi yang timbul ada dua macam, yaitu apresiasi aktif dan pasif.

Apresiasi aktif timbul setelah menilai karya seni. Apresiasi pasif biasanya dilakukan oleh apresiator yang masih awam dalam berkarya seni, namun memiliki minat yang baik terhadap karya seni.

Berikut ini 3 tingkatan apresiasi

1. Apresiasi empatik adalah apresiasi yang hanya menilai baik dan kurang baik hanya berdasarkan pengamatan belaka. Apresiasi atau penilaian ini biasany dilakukan oleh orang awam yang tidak punya pengetahuan dan pengalaman dalam bidang seni.

2. Apresiasi Estetis : Pada tingkatan estetis atau yang biasa dikenal dengan sebuah penilaian berdasarkan suatu keindahan tertentu. Pada tingkatan ini biasanya menggunakan sebuah pengamatan serta sebuah penghayatan tertentu. Dalam tingkatan ini juga biasannya bagi penikmat karya seni akan memberikan sesuatu yang dirasa lebih terhadap sebuah seni yang dia amati tersebut.

Contoh dari apresiasi jenis ini adalah ketika kita melihat sebuah pagelaran drama , teater maupun jenis-jenis tertentu. Untuk memberikan sebuah apresiasi ini biasanya memerlukan waktu yang relatif lama dalam mengamatinya. Hal ini untuk mengetahui makna yang terkandung dalam penampilan tersebut.

3. Apresiasi Kritik : Pada tingkat apresiasi kritik merupakan sebuah bentuk apresiasi yang menyampaikan sebuah klarifikasi, deskripsi, menjelaskan, menganalisis, eveluasi sehingga dapat mengambil sebuah kesimpulan. Contohnya seperti ajang pencarian bakat yang memerlukan sebuah ilmu yang mendalam dimana setiap menampilkan suatu bakat tersebut terjadi sebuah bentuk penyampaian apresiasi yang lebih mendalam.

Apresiasi ini biasanya dilakukan oleh para kritikus yang memang secara khusus mendalami bidang tersebut. Dalam suatu apresiasi akan terjalin komunikasi antara si pembuat karya seni (seniman) dengan penikmat karya seni (apresiator). Dengan adanya komunikasi timbal-balik ini, seniman diharap mampu mengembangkan kemampuannya untuk dapat membuat karya seni yang lebih bermutu.

Proses Apresiasi

Proses melakukan apresiasi adalah melihat karya lalu merasakan, berempati, selanjutnya muncul pendapat pribadi untuk menyebutkan kelebihan, kekurangan, dan kemudian menilai. Seni rupa yang paling popular perkembangannya dan mudah dijangkau oleh siswa SMP adalah membuat karya tulis.

Hal itu disebabkan proses penciptaan karya sastra meliputi hal-hal berikut ini.

  1. Upaya mengeksplorasi jiwa pengarangnya yang diejawantahkan ke dalam bentuk bahasa yang akan disampaikan kepada orang lain.
  2. Upaya menjadikan sastra media komunikasi antara pengarang atau pencipta dan peminat sastra.
  3. Upaya menjadikan sastra sebagai alat penghibur dalam arti merupakan alat pemuas hati peminat sastra.
  4. Upaya menjadikan isi karya sastra merupakan satu bentuk ekspresi yang mendalam dari pengarang atau sastrawan terhadap unsur-unsur kehidupan. Dengan kata lain, merupakan hasil proses yang matang bukan sekadar diciptakan.

Untuk mengapresiasi sebuah karya sastra atau teks seni berbahasa, perlu dilakukan aktivitas berupa:

  • Mendengarkan/menyimak
  • Membaca
  • Menonton
  • Mempelajari bagian-bagiannya
  • Menceritakan kembali
  • Mengomentari
  • Meresensi
  • Membuat parafrasa
  • Menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan karya tersebut
  • Merasakan seperti: mendeklamasikan (untuk puisi ) atau melakonkan (untuk drama)
  • Membuat sinopsis untuk cerita, dan sebagainya.

Selain aktivitas merespons karya sastra seperti disebutkan di atas, langkah-langkah mengapresiasi sebuah karya sastra yang diminati secara umum meliputi hal-hal berikut:

  1. Menginterpretasi atau melakukan penafsiran terhadap karya sastra berdasarkan sifat-sifat karya sastra tersebut
  2. Menganalisis atau menguraikan unsur-unsur karya sastra tersebut, baik unsur intrinsik maupun ekstrinsiknya
  3. Menikmati atau merasakan karya sastra berdasarkan pemahaman untuk mendapatkan penghayatan
  4. Mengevaluasi atau menilai karya sastra dalam rangka mengukur kualitas karya tersebut
  5. Memberikan penghargaan kepada karya sastra berdasarkan tingkat kualitasnya

Tahapan Apresiasi

Pada tahapan apresiasi, anda harus melakukan sebuah acara yang mungkin akan membutuhkan dana. Berikut adalah beberapa tahapan apresiasi dalam pameran seni.

  • Kegiatan Mengamati

Dalam kegiatan mengamati terdapat beberapa proses, yaitu sebagai berikut.

  1. Fisis, yaitu aktivitas yang dilakukan oleh mata untuk mengamati dan menerima rangsangan dari objek karya seni yang dilihatnya.
  2. Fisiologis, yaitu suatu proses dalam menyalurkan rangsangan yang diterima oleh indra melalui syaraf sampai ke otak.
  3. Psikologis, yaitu aktivitas jiwa dan indra rasa untuk memahami objek fisik secara realita dari apa yang diamati sehingga si pengamat dapat memberikan tanggapan dan penggambaran terhadap objek pada saat mengamati karya seni.
  • Kegiatan Menghayati

Dalam menghayati karya seni, si penghayat akan turut terlibat langsung secara aktif dan selektif terhadap karya yang dihayati. Si penghayat akan melakukan penyesuaian dan menerima nilai-nilai estetis yang terkandung di dalam karya seni tersebut. Namun, ada kalanya si penghayat menerima sepenuhnya seluruh objek yang sedang diamatinya secara tidak sadar dan tanpa kritikan. Menurut Theodor Lipps pengalaman estetis seperti itu disebut juga sikap empathy.

  • Kegiatan Mengevaluasi

Kegiatan mengevaluasi adalah kegiatan melakukan penilaian terhadap karya seni sesuai dengan pedoman, kaidah, norma, dan etika yang berlaku. Dengan demikian, seorang apresiator atau kritikus dapat memilah mana karya seni yang dianggap baik dan mana karya seni yang dianggap kurang baik. Ia juga dapat menunjukkan dan mencarikan jalan pemecahannya demi penyempurnaan dalam penciptaan karya seni berikutnya.

  • Kegiatan Berapresiasi

Pada tahapan kegiatan ini seorang apresiator telah bergerak di mana hati dan peraasaannya hanyut bersama-sama dengan nilai keindahan yang mempesona. Ia seperti berada dalam karya tersebut. Ia dapat merasakan sendiri apa yang dirasakan oleh si pembuatnya. Menurut Herbert Read dalam bukunya The Meaning of Art mengatakan bahwa sikap tersebut berarti seorang apresiator telah mencapai rasa simpathy.

Jenis Apresiasi

Untuk jenis apresiasi ini, terdapat tahapan apresiasi tertinggi. Dimana seseorang itu akan memberikan penilaian serta penghargaan yang poditif untuk sebuah karya sastra. Ia pun dapat memberikan penjelasan secara objektif dan mempertanggungjawabkan sikapnya tersebut kepada orang lain.

Setelah melakukan pilihan tersebut, maka sebuah bentuk karya yang menarik pikiran dan perasaan atau jiwa seninya untuk direspon oleh seseorang dengan dua bentuk sikap atau jenis apresiatif, yaitu apresiasi yang bersihat kinetik atau sifat tindakan atau apresiasi yang bersifat verbalitas.

Istilah ini dapat digunakan untuk merujuk pada peningkatan jenis aset apa pun, seperti saham, obligasi, mata uang, atau real estat. Misalnya, istilah penghargaan modal mengacu pada peningkatan nilai aset keuangan seperti saham, yang dapat terjadi karena alasan seperti peningkatan kinerja keuangan perusahaan.

Hanya karena nilai aset menghargai tidak berarti pemiliknya menyadari peningkatan. Jika pemilik merevaluasi aset dengan harga lebih tinggi pada laporan keuangannya, ini merupakan realisasi kenaikan. Demikian pula, capital gain adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan keuntungan yang dicapai dengan menjual aset yang telah dihargai nilainya.

Berikut adalah jenis apresiasi untuk memberikan sebuah penilaian.

1. Apresiasi bersifat kinetik, yaitu sikap memberikan minat pada sebuah karya sastra lalu berlanjut pada keseriusan untuk melakukan langkah-langkah apresiatif secara aktif. Misalnya, untuk bentuk karya sastra berupa prosa fiksi seperti cerpen dan novel, tindakan apresiatifnya ialah memilih cerpen atau novel yang sesuai kehendaknya.

Selanjutnya, membaca dan menyenangi novel sejenis, menyenangi tema atau pengarangnya, memahami pesan-pesannya, jalan ceritanya, serta mengenal tokoh-tokoh dan watak tokohnya, bahkan secara ekstrim ada yang berkeinginan mengindentifikasi diri menjadi tokoh yang digemari dalam karya prosa tersebut.

Puncak dari sikap apresiasinya ialah ingin dapat membuat karya cerpen atau novel seperti itu. Setidak-tidaknya dapat memberikan komentar atau tanggapan tentang hal yang berhubungan dengan novel yang digemari.

Untuk karya puisi, memerhatikan pembacaan puisi, menyukai puisi-puisi tertentu, berusaha memahami makna puisi yang disukai, mengenal para penyair jenis puisi yang disukai, berusaha dapat membaca puisi dengan baik, dan puncaknya berkeinginan dapat membuat puisi sejenis serta menulis tanggapan atau ulasan mengenai puisi itu.

Untuk karya sastra drama apresiasif kinetiknya menyukai pementasan drama, tertentu, mengenal karakter tokohnya, para kru di belakangnya, dan ingin melakonkan tokoh tertentu pada drama sejenis. Sekarang mungkin objeknya lebih kepada bentuk tayangan film yang memiliki unsur-unsur yang sama dengan drama.

Contoh Apresiasi Kinetik

  • Membeli karya sastra yang kita sukai
  • Membaca, mendengarkan karya sastra yang kita sukai

2. Apresiasi bersifat verbal, yaitu pemberian penafsiran, penilaian, dan penghargaan yang berbentuk penjelasan, tanggapan, komentar, kritik, dan saran serta pujian baik secara lisan maupun tulisan. Dalam kaitannya dengan aspek kompetensi menyimak, apresiasi bermula pada proses mendengarkan penyampaian karya sastra secara lisan dengan serius dan saksama, kemudian berlanjut pada pencapaian langkah-langkah apresiasi yang telah dijelaskan di atas.

Untuk pembelajaran tentang apresiasi sastra, semua bentuk karya sastra yang dapat diperdengarkan harus dipelajari. Bentuk karya sastra tersebut berjenis prosa dan puisi.

Contoh Apresiasi Verbal

  • Memberi tanggapan terhadap karya yang kita baca/dengarkan/tonton
  • Memberi penilaian
  • Memberi komentar, berupa kritik ataupun pujian

Itulah penjelasan mengenai apresiasi. Apresiasi ini termasuk cara seseorang untuk memberikan penghargaan atau penilaian yang positif terhadap suatu karya tertentu. Dengan demikian, hal tersebut akan memberikan perubahan kepada penerima apresiasi tersebut. Apabila ada sebuah karya seni yang disajikan, baik secara sengaja maupun disajikan secara tidak sengaja maka akan muncul berbagai reaksi bagi yang melihatnya, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.